Mambarosien Pusaro, Malakik Masuek Bulan Puaso

Sakubang (5 Mei) – Tradisi Mambarosien Pusaro, Malakik Masuek Bulan Puaso di nagori Payobasuang sudah berlangsung lama, bisa jadi sejak 100 tahun lalu bahkan lebih, dan masih dipelihara hingga sekarang. Belum diketahui siapa nama Alim Ulama Payoasuang yang menyarankan dan menganjurkan tradisi ini.

Namun setidaknya ada beberapa hikmah bernilai ibadah yang dapat kita petik pada tradisi ini, antara lain:

  1. Tazkiyatun Nafs (pembersihan diri) dengan banyak-banyak mengingat mati.
  2. Silaturrahim; mempererat tali kasih sayang
  3. Sedekah dengan saling berbagi makanan
  4. Berjama’ah, dll

Kalau kita kaji lebih dalam tentu akan ditemukan lebih banyak lagi unsur-unsur bernilai ibadah – karenanya budaya ini bisa bertahan dalam beberapa dekade.

Kesempatan ini juga digunakan oleh Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Baitur Rahman (PPMB) AJ. Dt Mangun nan Panjang, melaporkan kemajuan pembangunan masjid. Target-target yang ingin dicapai dan berapa banyak lagi anggaran yang diperlukan untuk menyelesaikan masjid.

Ketum PPMB sebelumnya bertekad bisa menggunakan masjid untuk ibadah Ramadhan, namun belum tercapai dan akan terus berusaha agar setidaknya pada hari Raya Idul Fitri dapat terwujud. Namun semua itu tentu amat menantikan dana & anggaran dari kita, umat Islam.

Menurut Laporan Keuangan yang disampaikan Bendahara Umum PPMB, Ishardi Jamhur terlihat proses Pembangunan Masjid Baitur Rahman sudah menyerap anggaran hampir 3 Milyar rupiah.

Saat ini ada saldo kas sebanyak Rp. 95. 606.567 – sedangkan menurut Proposal yang sudah diedarkan total keperluan anggaran lebih dari 7 Milyar rupiah.

Dengan begitu target anggaran yang diharapkan masuk ke kas PPMB adalah sekitar 4 Milyar rupiah lagi.

Mari sama-sama kita do’akan para dunsanak kita yang ikut menyampaikan PROPOSAL tersebut, “Semoga Allah memberi kesehatan dan keberkahan atas rezkinya dan semakin bertambah. Dikabulkan apa yang dicita-citakannya, aamiin.”

Dan do’a yang sama bagi anda kaum muslimin para dunsanak kami yang berkenan menyebarkan kabar baik ini. [ ]

Bukankah para ustadz sering menyampaikan, Barang siapa yang mengajak kepada Amal Sholeh maka mereka mendapatkan Pahala yang sama tanpa mengurangi Pahala mereka yang beramal sholeh itu.

 

Ada Saran?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: